Kekuatan Doa

GUS ABM

Lembaga Kajian Hukum Dan Demokrasi (LeM-Demokrasi)

Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa kepada Allah SWT untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta kepada Allah SWT untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian, terlalu sering kita berdoa kepada Allah SWT, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada didepan mata. Padahal bukankah yang kita butuhkan adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya dan panduan-Nya? Kita sering terlalu lama untuk percaya bahwa kita kuat, kita sering lupa dan sering merasa cengeng dalam kehidupan ini, tidak ada semangat perjuangan. Yakinlah Allah SWT memberikan kita ujian yang berat bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah, sesungguhnya Allah SWT sedang menguji setiap hamba-Nya yang shaleh. Jadi berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. Berdoalah agar kita selalu dalam lindungannya saat menghadapi setiap kesulitan.      

Achmad adalah salah satu peserta lomba balap sepeda, saat lomba itu dimulai suasana begitu ramai apalagi ketika memasuki babak final, setiap anak memamerkan sepedanya. Sepeda Achmad tidak begitu istimewa namun ia termasuk dalam empat peserta yang masuk final, dibanding semua lawannya sepada Achmad lah yang paling tidak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan sepeda achmad itu untuk berpacu melawan Sepeda lainnya. Sepeda Achmad memang tidak begitu menarik, dengan model yang sederhana dengan sedikit lampu kedip diatasnya tentu tidak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki sepada lainnya. Namun Achmad bangga dengan sepedanya.

Tibalah saat yang dinantikan, final kejuaraan balap sepeda final balap seeda dimulai , setiap anak mulai bersiap di garis start untuk memacu sepeda mereka kencang-kencang disetiap jalur lintasan. Namun sesaat kemudian Achmad meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai ia tanpak berkomat-kamit seperti sedang berdoa, matanya terpejam dengan tangan memanjatkan doa, lalu semenit kemudia ia berkata “Ya, aku siap”. 

Doorr, Tanda telah dimulainya lomba balap sepeda, setiap orang bersorak sorai, bersemangat, menjagokan jagoannya masing-masing. “Ayo..ayo.. cepat.. cepat begitu teriak mereka dan akhirnya sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finis pun telah terlambai, Achmad lah pemenangnya. Ya semuanya senang, begitu juga Achmad, ia berucap, dan komat-kamait lagi dalam hati “Terima Kasih”. Saat pembagian piala tiba. Achmad maju kedepan dengan bangga, sebelum piala diserahkan ketua panitia bertanyak, “Hai Kawan, kamu tadi pasti berdoa kepada Allah SWT agar kamu menang, bukan?” Achmad menjawab “bukan Pak, bukan itu yang aku panjatkan, sepertinya tidak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain. “aku hanya berdoa pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah” semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan.

Banyak orang tidak memiliki kebijaksanaan seperti yang dimiliki oleh Achmad, Achmad tidaklah bermohon pada Allah SWT untuk menang dalam setiap ujian dan tidak memohon kepada Allah SWT untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraih, Achmad juga tidak meminta Allah SWT mengabulkan semua harapannya. Ia tidak berdoa untuk menang dan menyakiti yang lainnya, namun Achmad bermohon kepada Allah SWT, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua, Ia berdoa agar diberi kemuliaan dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.

Leave a Reply